kurikulum 2013…..?

 kurikulm2013

STRUKTUR KURIKULUM SMK 2013

BIDANG KEAHLIAN         : TEKNOLOGI DAN REKAYASA

PROGRAM KEAHLIAN      :  TEKNIK INDUSTRI

 

MATA PELAJARAN

KELAS

X

XI

XII

1

2

1

2

1

2

Kelompok A (Wajib)

 

 

 

 

 

 

1

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

3

3

3

3

3

3

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

2

2

2

2

2

2

3

Bahasa Indonesia

4

4

4

4

4

4

4

Matematika

4

4

4

4

4

4

5

Sejarah Indonesia

2

2

2

2

2

2

6

Bahasa Inggris

2

2

2

2

2

2

Kelompok B (Wajib)

 

 

 

 

 

 

7

Seni Budaya

2

2

2

2

2

2

8

Prakarya dan Kewirausahaan

2

2

2

2

2

2

9

Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan

3

3

3

3

3

3

Kelompok C (Kejuruan)

 

 

 

 

 

 

C1.  Dasar Bidang Keahlian

10

Fisika

2

2

2

2

-

-

11

Kimia

2

2

2

2

-

-

12

Gambar Teknik

2

2

2

2

-

-

C2.  Dasar Program Keahlian

13

Penanganan Material

6

6

-

-

-

-

14

Distribusi Barang

6

6

-

-

-

-

15

Analisa Perancangan Kerja

6

6

-

-

-

-

C3.  Paket Keahlian

16

Teknik Pelayanan Produksi

-

-

18

18

24

24

Teknik Pergudangan

-

-

18

18

24

24

TOTAL

48

48

48

48

48

48

 

PERUBAHAN…..?

Berbagai komentar muncul menyikapi rencana pemerintah mengubah kurikulum yang berlaku selama ini dengan kurikulum baru, yaitu kurikulum 2013.

Perubahan seyogianya memang adalah sesuatu yang memperbaiki pendahulunya baik dari sisi performa maupun dari sisi subtansinya. Kondisi tersebut tentu akan dicapai apabila perubahan tersebut telah dikaji dari berbagai hal, dan pengkajian dilakukan oleh orang orang yang memang punya kompetensi pada bidang yang akan mengalami perubahan tersebut. Dalam hal ini yang akan diubah adalah kurikulum pendidikan nasional, yang berlaku secara nasional, dan juga akan berdampak secara nasional, baik secara ekonomi maupun social dan budaya.

Akan tetapi jika yang melakukan perubahan itu adalah orang orang yang mungkin dianggap pintar, atau menguasai konsep, namun mengabaikan stake holder dari pendidikan itu sendiri, maka tentu perubahan yang dimaksud tidak akan mampu mencapai perbaikan yang diharapkan oleh undang undang dasar 45, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang berketuhanan yang maha esa.

Analisis Struktur agama

Melihat struktur dari kurikulum tersebut, agama berudah dari 2 jam menjadi 3 jam setara dengan pendidikan olahraga dan kesehatan. Kita tentu tidak paham apa yang melandasi si pembuat kurikulum membuat perubahan semacam itu. Salah satu asset paling mahal dan menentukan manusia secara individu ataupun manusia sebagai bangsa adalah kekuatan kepribadian yang berlandaskan pada keimanan yang diyakininya, atau bahasa gamblangnya adalah komitmennya menjalankan agamanya. Jika komitmen ini yang dibangun tentu moral bangsa akan sangat bermartabat dan berdamai dalam kehidupan yang global. Ditengah laju pergeseran budaya, kolaborasi budaya dan bahkan degradasi budaya sebagai akibat dari arus informasi dan komunikasi global yang sangat pesat, maka satu hal yang sangat mampu menjadi saringan untuk menghambat degradasi budaya dan moral bangsa adalah agama.

Pendidikan Agama ini bagi umat beragama (yang benar menjalankan agamnya) adalah memang tanggung jawab orangtuanya, akan tetapi kita sadari dan faktanya orangtua pada umumnya sudah begitu larut dengan pergulatan kehidupan duniawi, dimana para orangtua sdh begitu merasa puas apabila orangtua sudah mampu memberikan nafkah dan penididikan bagi anak anaknya. Orang tua sdh sangat sedikit mengambil peran tentang tanggung jawabnya dalam menanamkan pendidikan agama kepada anak-anaknya. Ketidakberdayaan orangtua dalam menanamkan pendidikan agama kepada anaknya seharusnya dapat disubstitusi oleh Negara melalui kurikulum pendidikan nasional. Jika ada Negara maka Negara bertanggung jawab terhadap kehidupan rakyatnya, akan tetapi jika negara tidak ada maka tangung jawab itu menjadi tanggung jawab  masing-masing perorangan atau kelompok yang terbentuk dalam satu koloni. Menurut penulis, pendidikan agama itu akan sangat signifikan untuk melahirkan kehidupan budaya prilaku yang bermartabat apabila dibuat menjadi 6 jam pelajaran.

 

Analisis Struktur olahraga

Pendidikan olah raga berubah dari 2 jam menjadi 3 jam, menurut penulis ini tentu sangat sesuai,  karena olah raga ini membutuhkan waktu dalam persiapan permulaan dan pegakhiran. Meskipun penambahan 1 jam tersebut tentu tidak akan berdampak terhadap meningkatkan prestasi olahraga nasional ataupun kesehatan nasional.

Analisis struktur Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia

Bahasa Inggris yang sebelumnya 3 jam berubah menjadi 2 jam. Disisi lain bahasa Inggris adalah bahasa internasional, tapi kurikulum nasional justru mengurangi porsi dari pendidikan bahasa Inggris dan menambah porsi pada bahasa Indonesia. Menambah porsi pada bahasa Indonesia agar peserta didik lebih memahami bahasanya sendiri dibandingkan dengan bahasa asing adalah sangat benar, karena hal tersebut menunjukkan adanya rasa percaya diri. Jika pada saatnya produk Indonesia begitu dibutuhkan oleh Negara lain, dan ketergantungan Negara lain begitu tinggi terhadap Indonesia, maka orang asing tentu akan membutuhkan bahasa Indonesia, dan ketika itu kita begitu bangga dengan bahasa Indonesia, tapiii itu kapan ya.

Analisis KKPI

Dalam struktur tersebut tidak terlihat adanya KKPI, apakah ini dianggap tidak penting, atau dianggap itu tidak perlu belajar dipendidikan formal, atau mungkin dianggap hal tersebut bisa dipelajari kapan saja, atau mungkin itu cukup diajarkan di sekolah TK atau SD. Sayangnya kita tidak tahu dan tidak atau belum pernah disosialisasikan yang melandasi pembuat kurikulum melakukan perubahan itu. Kita tunggu saja apa penjelasan dan apa muatan dibalik perubahan kurikulum tersebut, dan mari kita coba berpikir yang membuat kurikulum itu adalah orang yang punya kompetensi membuat perubahan tersebut.

Bila nantinya memang begitu banyak pertentangan ditengah pelaksanaannya dan atau hasilnya menjadi jauh dari apa yang diamantkan olej UUD 45, maka seyogiyanya harus segera disuarakan agar Negara melakukan perubahan kembali terhadap kurikulum tersebut.

yessssgoo

 

 

 

 

 

2 comments

  1. Hasmi says:

    Kurikulum yang aneh…..apakah ini hanya untuk kepentingan proyek aja yaa pak???? Kasihan kita2 ini yang Mata Pelajarannya dihapus…..sementara dibelahan dunia lain…teknologi makin diterapkan dipendidikan, kita malah dihilangkan….ANEH TAPI NYATA.

    • umusthafa says:

      ha ha ha yang ngubah lagi ngimpi kalee, apa kelewat pintar,
      kalu ttg KKPI waktu sosialisasi dont worry, karena nanti TIK akan masuk di paket kompetensi c atau di produktif dalam bentuk aplikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>